Peristiwa yang menggembirakan terjadi di dunia bulu tangkis ketika Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana menjadi juara di Thailand Masters 2026. Keduanya berhasil mengalahkan pasangan junior, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, dengan skor yang meyakinkan 21-10 dan 21-17, menandai kembalinya mereka ke puncak setelah waktu yang panjang tanpa gelar.
Ketika kemenangan ditentukan, Leo memperlihatkan emosinya dengan membanting raket ke lantai, gestur yang mencerminkan semua tekanan dan harapan yang ia rasakan. Momen tersebut menjadi titik balik bagi Leo dan Bagas, yang rutin berlatih dalam program pelatihan nasional PBSI dan telah melalui berbagai tantangan sebelum meraih keberhasilan ini.
Setelah pertandingan berakhir, satu per satu, kedua atlet berterima kasih kepada tim pelatih dan orang-orang yang telah mendukung mereka. Leo, yang sebelumnya berpasangan dengan Daniel Marthin, menyadari bahwa setiap kemenangan adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi tim yang solid.
Momen Emosional Setelah Kemenangan di Thailand Masters 2026
Pembantingan raket oleh Leo setelah memastikan kemenangan memang menarik perhatian banyak orang. Ia mengaku merasa sangat emosional, mengingat sudah cukup lama tidak merasakan manisnya gelar juara. “Saya juga mau meminta maaf karena selebrasi saya tadi membanting raket,” ujar Leo sambil menjelaskan bahwa tindakannya adalah refleksi dari kegembiraannya.
Ia mencatat bahwa kali terakhir Leo meraih gelar juara adalah pada Korea Open yang diadakan pada September 2024. “Alhamdulillah bisa juara di Thailand Masters super 300 kali ini,” ucapnya, menekankan betapa pentingnya gelar ini bagi mental dan motivasinya.
Di tengah perjalanan mereka, persiapan yang matang menjadi kunci. Leo mengakui bahwa mereka harus sangat berhati-hati saat melawan juniornya, yang dikenal sangat cepat dan agresif. “Yang kami persiapkan sebelum melawan Raymond/Joaquin, pokoknya jangan lengah,” tambah Leo, menggarisbawahi pentingnya strategi dan focus.
Strategi untuk Menghadapi Lawan yang Lebih Muda dan Bersemangat
Kedua pemain memiliki kesadaran yang tinggi tentang kekuatan lawan. Leo dan Bagas menyadari bahwa lawan yang lebih muda cenderung memiliki kecepatan dan stamina yang lebih baik. “Karena mereka lebih muda, kami harus lebih cermat dalam setiap langkah dan pukulan,” terang Leo. Taktik ini terbukti efektif saat mereka berhasil mengontrol jalannya permainan.
Bagas juga berbagi pandangannya mengenai persiapan sebelum pertandingan penting ini. Ia menyatakan bahwa keinginan untuk kembali ke podium setelah lama kosong sangat memotivasi mereka untuk berlatih lebih keras. “Motivasi kami banyak dari diri sendiri dan orang tua,” ungkap Bagas, menekankan pentingnya dukungan eksternal dalam perjalanan atlet.
Dari kemenangan ini, Bagas berharap medali juara dapat menjadi tonggak awal kebangkitan mereka di turnamen-turnamen mendatang. Ia bertekad untuk tidak cepat puas dan terus mengejar kesuksesan dalam setiap kesempatan bertanding.
Kembali ke Puncak dan Harapan untuk Masa Depan
Kedua atlet ini berharap keberhasilan di Thailand Masters bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Leo, yang mengalami kegagalan di beberapa turnamen sebelumnya, berharap mereka bisa menjalani momentum positif ini. “Kami sudah lama tidak masuk final,” ujar Leo dengan semangat yang kembali membara.
Hubungan antara Leo dan Bagas pun semakin kuat, mereka menyadari bahwa kerjasama yang baik adalah salah satu kunci untuk meraih kemenangan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih yang sudah support dan membantu kami berdua,” ungkap Leo, mencerminkan pentingnya tim dalam perjalanan mereka.
Ke depannya, mereka bertekad untuk terus memperbaiki permainan dan beradaptasi dengan perkembangan dunia bulu tangkis yang semakin cepat. “Masih banyak pertandingan-pertandingan lainnya,” kata Bagas, menegaskan bahwa mereka tidak akan berpuas diri dan terus bekerja keras untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
